Menyikapi hari libur agar tidak menurunkan efektivitas bekerja

By | 2015-07-20
Menyikapi hari libur agar tidak menurunkan efektivitas bekerja

Hari libur sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang, karena dengan berlibur merupakan salah satu cara untuk menghilangkan penat dikepala ketika sibuknya bekerja di hari – hari biasa. Namun, berlibur yang lebih dari 2 hari dimana pekerja mampu menikmati sesuatu yang tidak dapat dinikmati ssaat waktu kerja. Dengan berlibur para pekerja dapat membagi waktu dengan keluarga dan lingkungan sekitar yang lebih lama, namun kenyataanya banyak pekerja yang tidak dapat bertanggung jawab dengan hari libur yang didapatkan. Mereka terbuai dengan nostalgia kenangan dan kesantaian yang mereka jalani sehingga pekerjaan kantor banyak yang terbengkalai.

Menyikapi hari libur agar tidak menurunkan efektivitas bekerja

Seorang pakar psikologi Aditya Nanda Priyatama spesialis Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengatakan banyaknya hari libur atau day-off bukan merupakan faktor penentu penurunan efektivitas bekerja, “kita tidak bisa menyalahkan hari libur untuk penurunan efektivitas kerja, yang jadi masalah adalah karakter orang yang menyikapi hari libur tersebut” itu lah yang dikatakan saat dihubungi oleh Tirbun Bisnis.

Karakter orang secara pskikologis dapat dilihat dari sudut pandanga air dalam gelas. Jika gelas tersebut diisinya setengan air maka akan ada dua anggapan, yaitu:

  • Pertama, orang yang memandang dengan setengah kosong. Orang dengan karakter seperti ini akan menganggap air tinggal separoh, dan mereka akan berfikir untuk menyepeleka sebuah pekerjaan.
  • Kedua, orang memandang setengah isi. Tipe orang seperti ini menganggap airnya masih separuh, yang artinya ia akan melakukan apa saja yang efektif dan cepat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang masih ada

Orang dengan tipikal santai akan menyambut liburan dengan sangat suka cita. Namun orang perfeksionis yang sudah terbiasa dengan rutinitas pekerjaan yang membludak akan menganggap liburan hanya buang-buang waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tidak hanya karakteristik psikologis saja, sudut pandang hari libur dan hubunganya dengan efektivitas kerja juga dipengaruhi oleh karakteristik jabatan seorang, orang dengan load work atau beban kerja banyak dalam jabatanya akan menganggap libur panjang akan menjadi gangguan karena ia harusnya dapat menyelesaikan pekerjaan hari itu juga tai harus tertubda karena libur. Jika jabatan pekerja tidak membutuhkan beban tanggungan kerja yang banyak, misal Pegawai Negeri Sipil (PNS), mereka akan dengan tenang menyikapi liburan yang panjang.

Kerja dan hari libur memang harus seimbang pemanfaatanya, pekerja harus tahu betul bagaimana bersikap ketika kerja agar pekerjaanya efektif fan bagaimana isa menurunkan ketegangan kerja ketika libur. Memang jika terlalu banyak libur, akan ada kemungkinan mempengaruhi pencapaian optimal kinerja.Untuk menyikapi hari libur yang lebih baik Anda harus memiliki mental pekerja yang harus tahu akan tugas pokok fungsi pekerjaanya. Selama beberapa hal itu terpenuhi, maka libur berapa lama-pun tidak akan menggangu efektivitas bekerja.

2 thoughts on “Menyikapi hari libur agar tidak menurunkan efektivitas bekerja

  1. Geraldine

    Thank you, I’ve just been searching for info apriaxpmotely this topic for ages and yours is the best I have came upon so far. However, what in regards to the conclusion? Are you positive in regards to the supply?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *